Berburu Tiket Kereta Api
Ied Mubaarak!
Minal "aidin walfaizin.
Mohon maaf lahir dan batin.
Catatan perjalanan Binarassa Family
Ied Mubaarak!
Minal "aidin walfaizin.
Mohon maaf lahir dan batin.
Sudah berjalan berapa minggu PTM dikotamu?
Ketiga anakku sudah hampir hitungan bulan sekolah dengan PTM. Hanya saja, masih separuh waktu karena sistem shift pagi dan siang.
Lega rasanya ketika anak-anak sekolah dengan PTM. Keseruan justru ketika jadwal sekolah ketiganya bersamaan, terutama jika mendapatkan jadwal pagi. Wuihhhhh bisa heboh seantero jagat. Antri mandi, belum kalo mamak lupa nyetrika, sibuk nyari kaos kaki, antri nungguin sarapan dan aneka kehebohan lainnya. Semua itu terbayar dengan tidak ada lagi tugas-tugas daring yang sempat bikin kepala mamak nyutnyutan tiap hari.
Kini anak-anak sudah belajar seperti biasa. Tentunya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Sempat menjadi perdebatan disekolah yang memakai jasa jemputan, karena pihak sekolah awalnya hanya memperbolehkan anak-anak datang dan pulang sekolah hanya diantar oleh orang tua. Namun seiring berjalannya waktu, suasana semakin kondusif untuk anak-anak bersekolah dengan dibebaskannya memakai angkutan umum dan memakai jasa mobil jemputan. Kini sekolah sudah mulai terasa geliatnya, meski masih 50% karena anak-anak masih bersekolah dengan sistem shift. Apapun kondisinya, selayaknya kita mengucapkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT.
Lain cerita dengan Anak sulungku yang bersekolah di Sekolah Menengah Pertama justru mendapatkan pemberitahuan untuk melakukan vaksin masal. Pendataan dilakukan dengan menganjurkan anak-anak membawa foto copy kartu keluarga bagi yang belum vaksin, adapun bagi yang sudah diminta foto copy surat keterangan vaksin. Hal ini sangat membantu kami sebagai orang tua yang belum bisa bepergian jauh karena hanya beraktivitas di rumah saja.
Pekan ini adalah vaksin dosis kedua buat sulungku. Sudah wanti-wanti sejak hari senin, artinya sebagai orang tua kita harus mempersiapkan anak-anak dalam kondisi sehat, sebelum berangkat sekolah sudah sarapan terlebih dahulu. Semoga menjadi wasilah kebaikan dan kesehatan bersama.
Meski aktivitas di rumah itu menyenangkan, namun kami tetap berharap kondisi bisa normal seperti biasa. Ketika jam anak-anak bersekolah, orang tua pun bisa fokus mencari nafkah.
Semangat sehat keluargaku, semangat sehat Indonesiaku.
"Biar sehat harus rutin olah raga Neng" katanya.
"Pan udah Eyang, tiap hari olag raga, nyapu, ngepel, nyuci..." selorohku
"Itu mah bukan olah raga, tapi kerja" sanggahnya
"???" aku termangu
"Olah raga itu harus sesuatu yang menyenangkan, bukan rutinitas keseharian" tambahnya lagi
"Jadi olah raga itu harus disempatkan diluar pekerjaan sehari-hari ya Eyang" tandasku
"Betul, sana pergi olah raga sama anak-anak ke kerkof" perintahnya
"Siap Eyang, berangkat yaa..." pamitku bahagia.
Usia hampir menginjak 90 tahun masih terlihat bugar. Mungkin hal itu yang membuat aku percaya melakukan sesuatu yang menyenangkan adalah kuntji kesehatan.
Olah raga yang awalnya adalah sesuatu yang dirasa sangat memberatkan, kini aku coba memaknainya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ya, cukup membumikan nikreuh day bersama anak-anak ampuh menjadikan kami keluarga yang bergerak. Meski baru rutinitas sepekan sekali dan sekali-kali bolong. Namun, perjalanan yang kami tempuh dengan penuh suka cita.
Jarak tidak lagi menjadi alasan untuk tidak bergerak. Kebersamaan, momen keceriaan sepanjang perjalanan adalah kenangan yang tidak bisa terulang. Kembali ke tempat yang sama justru kembali mendapatkan kenangan yang baru lagi, mendapatkan kisah yang lebih membahagiakan lagi.
Wilujeng tepang taun...Selamat ulang tahun...Miladukum sa'iidun...'Ala kulli haal...Barakallaahu fii umrik...
Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin...
Dulu kalau ada yang bertambah usia mamak suka nyiapin hadiah-hadiah kecil sesuai kebutuhan anak-anak. Seiring berjalannya waktu, mamak hanya menghadiahkan doa saja ketika mereka bertambah usia.
Mungkin bagi sebagian orang ulang tahun adalah hal tabu untuk diperingati. Namun entah kenapa mamak merasa penting banget memperingati hari bertambahnya usia sebagai upaya untuk kita bisa merefleksi diri.
Momen pertambahan usia adalah momen refleksi diri. Saatnya merenungi segala kejadian yang sudah lewat, menjalani sebaik-baiknya hari ini dan merencanakan kebaikan-kebaikan untuk hari kedepan.
Akhirnya ketika kita sedang ngobrol bareng. Anak-anak mengingatkan kesan ketika mereka menerima kado di hari bertambahnya usia. Terhenyak mamak tatkala mengetahui hal sederhana yang dilakukan menjadi kenangan baik dimata anak-anak. Dari situlah terbesit niat untuk terus membangun kenangan bahagia itu meski dalam kondisi kesederhanaan. Manfaat yang luar biasa itu akhirnya membawa kita kepada keputusan untuk menjadikan momen pertambahan usia sebagai momen kebersamaan keluarga. Diperingati bersama, disyukuri dengan menyesuaikan kondisi yang ada.
Dua tahun belakangan pembiasaan ini dimulai. Pesan untuk anak-anak, kalau bisa sampai kalian besar, bekerja bahkan berumah tangga bisa terus merajut kebersamaan seperti ini.
Agustus harinya Aa dan Mamak banyak doa dipanjatkan untuk diri dan keluarga ini. Begitupun untaian doa-doa terbaik dari setiap anggota keluarga lainnya. Akhir acara kita akan bersuka ria dengan hidangan seadanya.
Ketika ingat mendapatkan cibiran tidak ada ulang tahun. Anak-anak sudah memahami. Ketika kita merasa susah membangun bonding dengan keluarga, momen memperingati pertambahan usia justru menjadi jalan kebersamaan kami. Upaya menumbuhkan kesyukuran kami atas nikmat dan karunia-Nya.
Cara kami pun sangat sederhana. Cukup berkumpul bersama, menghidangkan makanan kesukaan siempunya hajat yang disesuaikan kondisi rezeki kami saat itu. Kami bahagia. Semoga kebahagiaan kami ini suatu saat bisa menular kepada lingkungan sekitar. Tak hanya ketika momen pertambahan usia saja, tapi setiap nafas kami adalah kebermanfaatan untuk diri, keluarga dan lingkungan sekitar.
Nikmat yang manakah yang kau dustakan! Ketika kita bisa merasakan kebahagiaan tak terhingga meski dalam kesederhanaan.
Rasa syukur tak terhingga atas karunia dan nikmat kebahagiaan keluarga kecil kami. Perjalanan yang tak mudah untuk sampai dititik ini. Pernah merasakan berharap bisa saling berpegangan tangan ketika membersamai anak-anak bertumbuh. Allaah SWT mewujudkan disaat yang tepat.
Kini perjalanan ini terasa tidak terlalu terjal. Karena kita menjalaninya perlahan-kagan dalam kebersamaan. Disaat rumput sudah bertumbuh berwarna kehijauan, jangan sampai lengan untuk selalu merawatnya. Ketika sudah tumbuh kebersamaan yang mengupayakan kebahagiaan dan kesalahan, jangan sampai lengah untuk senantiasa merawatnya dengan ilmu dan pengetahuan.
Semoga keluarga ini menjadi keluarga yang tangguh. Bersuka cita dalam kondisi apapun. Penuh rasa kesyukuran dan menjadi jalan kebermanfaatan untuk semesta.
Semoga keluarga ini berada dalam keberuntungan. Selalu menjadikan hari ini lebih baik dari kemarin.
"Sekolah bukan sedang pindah ke rumah, akan tetapi sekolah saat ini sedang dikembalikan ke tempat asalnya dia berada" -Ustadz Abu Salma Muhammad
Harapku cukup dua tahun saja pandemi ini melanda. Menikmati perubahan yang begitu cepat bukan tanpa usaha. Menginjak tahun ketiga tantangan semakin luar biasa, karena kini siswa daring bukan lagi dua. Di rumah ada 3 siswa dengan pembelajaran jarak jauh. Selain menyiapkan gadget, kuota pun menjadi santapan rutin untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Yang harus kita lakukan untuk pembelajaran jarak jauh adalah menerima bahwa saat ini kita sedang dalam kondisi pandemi. Kita harus melakukan pembelajaran jarak jauh. Kita harus menjadi guru bagi anak-anak kita di rumah. Karena inilah seharusnya. "Al-ummu madrosatul uula" Ibu itu sekolah pertama bagi anak-anaknya. Pendidikan yang paling baik adalah pendidikan berbasis fitrah yang dimulai dari rumah.
Flasback awal-awal pandemik saya adalah orang tua yang riweuh. Namun, bukan lagi yang berorientasi nilai. Kemandirian yang sudah saya latihkan pada anak sulung buahnya sangat terasa. Saat genting seperti sekarang, ketika diharuskan fokus pada salah-satu anak. Awal pandemik masih bersemangat, karena ini merupakan sesuatu yang baru. Namun, tidak berlangsung lama, karena ternyata gaya belajarnya sedikit tidak sesuai dengan sistem pembelajaran daring. Tidak memaksakan, namun tetap mengingatkan bahwa inilah episode yang harus kita jalani.
Sejak awal kita sudah membuat kesepakatan. Waktunya daring tidak boleh bermain keluar rumah. Pun tidak diperkenankan bermain game. Boleh bermain setelah jam belajar selesai. Namun kenyataannya tak semudah dibayangkan. Karena ternyata anak yang kinestetik sedikit kesulitan menangkap pembelajaran dari audio-visual. Kita tetap berbesar hati, jalani saja dulu jangan memikirkan hasil. Tidak merasa terbebani dengaan tugas-tugas PJJ saja sudah prestasi yang luar biasa.
Perjalanan PJJ berjalan normal, meski kadang masih ditemukan tugas yang belum dikerjakan sampai harus mengingatkan terus. Tugas hari ini tidak selsesai tak apa, asalkan dalam seminggu sudah tuntas. Alhamdulillah sudah bisa berjalan. Dan sebagai fasilitator tidak boleh lengah, harus tetap cek ricek Google Clasroom untuk memastikan Tugas-tugas satu pekan sudah tuntas.
Kini memasuki tahun ketiga, bertambah satu siswa dengan jenjang Taman Kanak-kanak. Tahun kemarin maju-mundur mau mendaftakan sekolah karena masih daring. Tahun ini mengupayakan memasukan bungsu kami masuk Taman Kanak-kanak untuk persiapan tahun depan masuk ke Sekolah Dasar.
Pun tahun ini masih dengan daring. Awalnya belum terbayangkan daring anak TK akan seperti apa. Karena belum berjalan sepekan, masih belum bisa menyimpulkan. Namun secara keseluruhan, anak masih semangat ketika mengikuti video call pembelajaran dan dibaca iqra. Juga terlihat senang ketika pembelajaran melalui google meet. Namun kendala justru ada pada jaringan yang terkadang suara Ibu guru tidak jelas bahkan sampai ngfrezze dari saluran.
Di era pandemi ini peran Ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak sedang diuji kompetensinya. Untuk menyejajarkan pendidikan maka para Ibu harus bersiap dengan perubahan dan senantiasa memupuk semangat untuk belajar.
Terima kasih anak-anakku atas
keridoanmu menjalani proses ini. Terima kasih para guru yang yang telah bersabar mendampingi anak-anak daring. Terima kasih wahai diri yang mau bersabar dan berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak
"Anak-anak akan tumbuh menjadi apa yang Anda percayai tentang mereka."
"Hak anak sebelum lahir adalah mendapatkan kebahagiaan, bahkan sejak berada di dalam rahim ibunya, mereka tidak pernah meminta lahir dari kita, kitalah yang memintanya." (IPEDIA)
Tentunya obrolan kami sedikit berbeda, karena bahasannya tetap mengupayakan on track melihat ke dalam diri kami yang sedang berjuang untuk mengenal diri.
"Anak Terlindungi, Indonesia Maju."
Merupakan tag line tema Hari Anak Nasional 2021. Ketika kita memaknai kata perlindungan tentu akan memiiki makna yang sangat luas. Untuk kita sebagai orang tua tentu sudah memahami perlindungan apa saja yang bisa kita berikan untuk mereka, karena hanya kita yang mengenal dan memahami mereka. Namun ketika orang tua sama sekali tidak mengenali anaknya bagaimana kita bisa tahu apa yang harus dilindungi dari anak, tentunya ini akan berdampak luar biasa untuk bekal anak dimasa depan.
Untuk mengenali anak-anak kita, bisa dilakukan dengan cara :
Ngobrol bareng merupakan jurus jitu untuk kita lebih mengenal anak-anak kita. Apalagi sebagai orang tua kita bersipa dengan posisi sebagai pendengar yang baik. Jadi tidak ada rasa ketidak nyamanan yang anak rasakan ketika mereka berupaya menceritakan baik hal sederhana sampai hal-hal yang berat sekalipun.
Moment seperti ini akan membangun bonding kedekatan anak dan orang tua sehingga tidak lagi ada jarak ketika suatu saat nanti anak-anak membutuhkan masukan dari orang tua begitu juga orang tua membutuhkan masukan dari anak-anak.
Yang sering dilupakan oleh sebagian orang tua, apalagi seorang ayah. Padahal moment bermain semasa kecil akan sangat terekam jelas dimasa dewasa kelak. Ini akan menjadi bekal untuk anak-anak kita bisa merasakan kabahagiaan saat bermain juga akan menumbuhkan rasa ingin mengulang kembali masa-masa kebahagiaan itu. Sehingga harapannya nanti tak hanya sebagai kenangan indah, namun sebagai contoh yang baik untuk mereka ikuti ketika kelak mereka memiliki keturunan.
Duhai anakku terima kasih sudah menerima kami sebagai orang tuamu dalam menjalani kehidupan.Duhai anakku bantu kami menemukan kebahagiaan dan kedamaian dalam proses membersamaimu.Duhai anakku maafkanlah segala kesalahan yang kami lakukan baik sengaja ataupun tidak ketika kami membersamai kalian.
"Harta Berharga"Film Keluarga Cemara.
Harta yang paling berhargaadalah keluarga..Istana yang paling indahadalah..keluarga..Puisi yang paling bermakna
adalah keluargaMutiara tiada taraadalah..keluarga..Selamat pagi EmakSelamat pagi AbahMentari hari iniBerseri indah..
Kisah ini bermula ketika kami mengikuti challenge foto keluarga dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-28 yang bertema "Keluarga Keren Cegah Stunting". Dengan latar pendidikan kesehatan tentunya tema tersebut bukanlah hal baru. Termasuk bagiku yang pernah beberapa tahun terjun langsung mengamati pertumbuhan dan perkembangan anak Balita. Setiap anakku lahir selalu memperhatikan tumbuh kembangnya dengan tidak pernah absen menimbang anak-anakku di Posyandu.
Kini ketiga anakku telah beranjak menjadi anak-anak dan remaja. Lulusan ASIP. Masa kecilnya sudah lulus imunisasi dan tentunya rutin ditimbang dan diukur. Alhamdulillaah... semuanya berada pada kondisi normal, sehat dan tidak kurang sesuatu apapun.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
"Yes cuman 50 soal." teriaknya
"Emang kenapa?" Mamak tanya
"Dulu kan 100 soal, lama ngerjain matematika jadi sisanya ngarang." tambahnya
"Hahahaha ternyata buah tak jauh dari pohonnya." dalam hati
Selanjutnya semangat mengerjakan satu persatu soal yang ada di layar kaca, sambil sesekali nglirik mamaknya yang ngintip-ngintip.
Tiba saat pengumuman, mamak semangat sekali mau menghadiri zoominarnya. Dan taraaaaa... nama anakku ada di peringkat 5. Alhamdulillaah... Berarti sudah salah menduga. Dalam diamnya anakku ternyata belajar, bukan main-main saja.
Extra miles selanjutnya ketika mendapatkan pengumuman kegiatan Munaqosyah Angkatan 1. Mamak tanya lagi, mau terima tantangan lagi nggak. Menolak lagi dong, mamak tetap dengan jurus rayuan maut. Akhirnya mau mengikuti dengan melalui proses memprioritaskan waktu untuk mau muroja'ah setiap hari.
Hari ini adalah hari ujiannya. Mamak hanya mengantarnya sampai pintu saja. Ikhtiar sudah maksimal, coba lebih tenang... in syaa Allaah lancar... hanya itu doa yang mengantarkannya untuk mengikuti munaqosyah secara offline pilihannya sendiri.
Alhamdulillaah... pulang dengan semringah dan cerita banyak hal. Inilah yang mamak inginkan.
"Apapun yang kamu bahagia melakukannya, lakukanlah! jangan pernah takut untuk bahagia..."
Bahagiamu adalah kebahagian kami sebagai orang tuamu...
Terima kasih sudah menjadi bagian dari sumber kebahagiaan kami..
... Sebagaimana kami menyuruh puasa anak-anak kecil kami, dan kami beserta putra-putra kami berangkat ke masjid dengan menjadikan mainan dari kapas buat mereka, jika ada salah seorang dari mereka menangis minta makanan, kami berikan mainan itu kepadanya sampai masuk waktu berbuka”(HR Bukhari dan Muslim)
"Anak-anak akan tumbuh menjadi apa yang Anda percayai tentang mereka." (Anonims)