Tampilkan postingan dengan label Bunda Cekatan #1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda Cekatan #1. Tampilkan semua postingan



Mendengar kata Kupu-kupu, apa yang tersirat dalam benak ?

Bila kita berusaha membaca, merenung, serta memikirkan kehidupan kupu-kupu, kita akan menemukan hikmah besar yang bisa kita jadikan pelajaran dan tauladan untuk menciptakan harmonisasi kehidupan di tengah komunitas sosial. Dari beberapa kelebihan yang ada, ada tiga keistimewaan yang dimiliki binatang ini di antaranya adalah: 


Pertama, ketika masih berupa ulat, selalu merugikan orang dan menebar kerusakan setiap hinggap di tanaman, keberadaannya ditakuti setiap yang melihatnya. Namun binatang ini segera ishlah diri dan bertaubat atas perbuatannya dengan menjelma menjadi kepompong.
Pelajaran yang bisa diambil, hendaknya seorang Muslim selalu merefleksi diri secara mendalam dan senantiasa bertaubat secara totalitas dari segala kepribadian yang tidak seiring dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Allah mengingatkan dalam Alquran suci :

''Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (totalitas).'' (QS 66: 8). 


Kedua, kehadiran kupu-kupu (setelah ishlah diri) senantiasa memberikan kesenangan bagi orang lain. Hal ini karena keindahan corak warnanya, kemuliaan tingkah lakunya: setiap hinggap tidak pernah mematahkan dahan yang dihinggapinya, selalu menebarkan benih-benih bunga dalam setiap hinggapan dari satu bunga ke bunga yang lain. 
Dengan kata lain, kupu-kupu senantiasa memberikan manfaat bagi alam sekitar. Hal ini telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam kehidupannya. Kehadiran beliau dan setiap gerak langkahnya selalu menebar benih-benih kebajikan bagi alam sekitar, sehingga tercipta keharmonisan dan kesejukan bukan kerusakan dan kekeruhan suasana. 

''Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.'' (QS 21: 107). 


Ketiga, kupu-kupu hanya makan dari sari bunga. Dalam hal ini, seorang mukmin seyogyanya hanya mengkonsumsi makanan yang halal dan baik agar yang dikeluarkan berupa kebajikan (akhlakul karimah). 

''Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.'' (QS 2: 168).  


https://khazanah.republika.co.id/berita/q2h96a320/pesan-agung-alam-kuasa-allah-swt-atas-penciptaan-kupukupu



"Jangan jadi kepompong kosong". Perjuangan mengikuti tantangan 30 hari dalam melatih keterampilan jadi kesan tersendiri. Sempat merasakan kegalauan dalam memtuskan keterampilan apa yang bakal dilakukan. Pada akhirnya pilihan jatuh pada mind map kreativitas. 

Yupz, di tantangan 30 hari kali ini, akan berupaya untuk konsisten dan komitmen dalam petualangan berkarya one day one product. 


Untuk mencapai keberhasilan ada clue yang harus di pegang. Selama mengikuti tantangan ini fokus pada proses diri sendiri tanpa lirik-lirikan manja sekalipun sama orang terdekat. 

Sukseskah ?

Tentu tidak, karena tantangan terberat justru tiba-tiba datang dari orang-orang terdekat yang merasa tidak terperhatikan. Namun semua terlewati dengan bahagia karena dukungan puasa pekanan yang sangat mendukung produktivitas dan bisa mengatasi protes dari yang tercintah. 

Akhirnya bisa menikmati hasil kesuksesan selama 30 hari dengan beberapa bolong laporan karena lupa ngklik tombol send saat ngisi gform. Hiks...


Hikmah yang didapatkan :
  1. Lakukanlah sesuatu yang membahagiakan
  2. Buatlah perencanaan sesederhana apapun itu. "Karena gagal berencana berarti merencanakan gagal"
  3. Nikmati proses, syukuri dan hargailah apapun hasil dari usahamu
  4. Ala bisa karena biasa, ala biasa karena dipaksa

Semoga bisa terus berproses menjadi lebih baik.
Selamat untuk keberhasilan kali ini.
Kamu keren Sita. 
Yeaaaaaaaaaaaaaaaa....







Yeayy... Lebaran pertamaku. Perlahan-lahan mulai terbiasa merasakan ritme indah dari sebuah habit yang mulai tertata.

"Selayaknyalah kaum muslimin untuk lebih memilih suatu pekerjaan yang dianggap paling prioritas, dari pada yang kurang prioritas." Dr Yusuf Qaradhawi - Fiqh Al-Awwaliyah

 Ibnu ‘Atha mengungkapkan :
“Sesungguhnya pada setiap waktu yang datang, maka bagi Allah atas dirimu kewajiban yang baru. Bagaimana kamu akan mengerjakan kewajiban yang lain, padahal ada hak Allah di dalamnya yang belum kamu laksanakan!”

Hasan Al Banna mengatakan bahwa :
 ”Alwaajibatu Aktsaru minal Auqoot.” Kewajiban yang dibebankan kepada kita itu lebih banyak daripada waktu yang kita miliki, pada saat kita menunda dari menyelesaikan suatu perkara. 

Hakikatnya kita sedang menumpuk-numpuk kewajiban, semakin kita sering menunda maka semakin banyak tumpukkan pekerjaan yang harus kita selesaikan, sehingga apabila kita menunda berarti kita hidup dalam tumpukan-tumpukan kewajiban untuk diselesaikan dalam waktu yang lebih sedikit.

Allah Ta’ala berfirman :
“Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran [3]: 133).


Sumber : www.hidayatulloh.com




Pekan ketiga masa Puasa Kepompong. Mak mencoba mengulang kembali puasa pekan lalu, puasa gadget dan menunda. Saat pekan kedua penentuan badge masih sifatnya luas . Pekan ini sudah membuat standar mendapatkan badge, dengan memfokuskan 4 pekerjaan inti dan satu pelengkap.

Puasa Gadget :
Badge Excellent : Memegang gadget hanya di jam online
Badge Very good : Gadget dipakai pada 3 jam online sedangkan 1 jam online molor
Badge Satifactory : Gadget dipakai pada 2 jam online sedangkan 2 jam online molor
Badge Need Improvement : Gadget dipakai pada 1 jam online dan sama sekali tidak memperhatikan cut of time jam online.

Puasa Menunda :
1. Masak dan makan berat sesuai jadwal/kesepakatan (tidak ada komplen)
2. Tidak ada cucian piring di dapur sebelum tidur.
3. Lantai bersih dan wangi sebelum tidur.
4. Tidak menyisakan tumpukan cucian/setrikaan pakaian sebelum siang.
5. Produktif hal mendesak/manfaat

Badge Excellent : 4 point terpenuhi
Badge Very good : 3 point terpenuhi
Badge Satifactory : 2 point terpenuhi
Badge Need Improvement : 1point terpenuhi atau melalaikan semuanya

Dannnnnn, hasil puasa pekan ini...

Taraaaaaaaaaaaaaaaa.....


O





Menunda adalah pekerjaan unfaedah. Yang kita dapatkan hanyalah kerugian. Namun ternyata, lepas dari sifat ini bukanlah hal yang mudah.

Belajar dari pengalaman, daripada terus mengulangi pola menunda-nunda pekerjaan dan terus-terusan menyesal. Mendingan kita coba mengubah mindset :

  1. Waktu yang paling tepat untuk mulai mengerjakan adalah 'sekarang', bukan 'nanti'
  2. Jika punya banyak pekerjaan untuk diselesaikan, lebih baik membuat list terlebih dahulu 
  3. Mencicil pekerjaan jauh lebih baik daripada mengerjakannya sekaligus menjelang deadline
  4. Memberi reward pada diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan sesuatu itu penting










Mau puasa apa ya....

Saatnya berpuasa dari segala hal yang menghambat Mak untuk cekatan.

Sebenarnya banyak hal yang harus dipuasakan, tapi... takut tak kuat ๐Ÿ˜…

Satu hal yang ingin Mak rubah supaya tidak lagi berdiam sampai lamaaaaa, di panggil nyautnya lama, persiapan maksi  dan dinner telat, cucian dan setrikaan menumpuk semua gegara gadget ๐Ÿ™ˆ

Bukan menyalahkan gadgetnya tapi sikap mak yang suka lupa cut of time

Puasa gadget bukan berarti 100% tanpa gadget, karena ada beberpa kegiatan juga berhubungan dengan gadget.

Rule puasa gadget Mak lakukan stop gadget diluar jam online yang sudah di tentukan.

Wahai diri
Semangat berjuang 
Mak pasti BISA

Hari pertama pagi dan siang bisa sesuai jadwal. Jam sore kena deatline Abang harus mengumpulkan tugas video bahasa inggris. So, buat mengeditnya Mak butuh waktu tambahan. Huhuhu...day 1 cukup 2 point saja karena berlanjut sampai malam.

Day 2

Tanpa gadget gunungan setrikaan berkurang, tumpukan cucian baju menghilang. Dapur lebih bersih, lemari baju terisi rapi.

Namun, mak masih kurang tepat waktu menyiapkan maksi. Ssttt karena keasyikan menyetrika ๐Ÿ˜…

Ada usulan next week puasa menyetrika dan mencuci di siang hari. Pindahkan waktunya ke shubuh saat yang lain masih lelap tertidur...

Baiklah dipertimbangkan....
Karena masih ada komplain Mak menilai diri 3 point

Day 3

Bahagianya liat laporan keuangan harian Mak selesai dirapikan selama 2 bulan. 

Waktu bermain bersama anak jadi berkualitas. Meski ada gadget dihadapan, kita asyik seru-seruan main ABC 5 dasar ๐Ÿ˜‚

Nah lho ternyata masih ada komplain. Bukan karena telat masak, tapi Mak lupa ngasih pengumuman kalau maksi sudah redih...akibatnya pada telat dah ๐Ÿ˜ข

Semoga terus bisa lebih baik.
Alhamdulillaah hari ketiga puasa gadget bisa berjalan lancar. 3 point untuk hari ketiga

Day 4

Huhuhu... belum bisa menyesuaikan cut of time di jam online, karena ternyata masih banyak tugas yang harus diselesaikan dengan bantuan medsos.

Namun sejauh ini Mak sudah bisa meningkatkan tingkat produktivitas ๐Ÿ˜

Yupz, ikut berpartisipasi dalam kontribusi meminimalisir paparan covid-19, hari ini Mak buat 3 buah masker anak dari kain katun dengan sedikit bukaan bawah buat memasukan tisu sebagai penyaringan tambahan.

Kakak beradik suka, namun sayang disayang ga mau motif bunga ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Next bikin lagi ya ka...

Tiga point untuk hari ini

Day 5 

Alhamdulillaah...
Tantangan buncek bisa selesai tanpa hambatan stalking medsos 

Ternyata tantangan berbuka karena hari ini harus bikin video aktivitas olah raga anak diteruskan monev, qodarullooh  aplikasi video agak terganggu waktu online cukup buat bikin kolase poto aktivitas anak hari ini lanjut mengikuti rapat WAG.

Untuk hari ini 3 point

Day 6

Kegagalan pertama bukan akhir segalanya.

Mak hanya sanggup cut of time jam online di kali pertama saja, selanjutnya berkelanjutan.

Telur hijau, telur merah, telur oranye, mind map, berbagi makanan, mencari makanan, camping ground, berbagi hadiah, mencari buddy, berbagi bekal...merupakan petualangan yang mendebarkan...

Sempat kehilangan arah bukan karena tidak ingat peta. Tapi karena cemilan yang bertebaran teramat mempesona.

Bersyukur hampir semua makanan utama bisa Mak temukan. Selanjutnya komitmen dan konsisten meneruskan perjuangan untuk mengaplikasikan dalam keseharian.

Semangat menghadapi fase kepompong.

Semangat untuk lahir menjadi kupu-kupu yang indah







Delapan pekan berlalu dengan terus memantaskan diri hingga sampai ditahap ini. 

Yeaaay...saatnya kita menyiapkan "Peaceful Place" untuk memasuki tahap laku hidup selanjutnya...

Saat harus menemukan buddy, Mak inget seseorang nun jauh dibelahan bumi sana. Yupz...Teh Novi Mas'udah, dengan harap-harap cemas semoga belum keduluan orang, Mak beranikan diri menyapa duluan dan bertanya apakah sudah punya buddy...ternyata Teteh masih sendiri. Perlahan tapi pasti kita berbagi apa saja yang sudah kita lakukan di tahap ulat-ulat. Bahagianya Teteh saat bercerita sudah melengkapi makanan utama dari 3 mind map di kelas ulat-ulat. Semuanya diikuti di keluarga kelas ulat, mulai dari Keluarga PortA, Temanda Family dan Ratu Dapur. Semoga dengan jalinan sepekan ini, kita bisa lebih bahagia dan lebih siap memasuki "Tantangan 30 Hari" di kelas Kepompong nanti.

Sedikit bekal yang bisa Mak bawakan untuk Teteh, semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah binar kebahagiaan di kehidupan mendatang.



1. Tutorial membuat desain flyer di www.canva.com

2. 14 ide ajak anak bermain di rumah

3. Cukup 5 menit, 5 resep praktis untuk sarapan nikmat dan sehat

Happy metamorfosa Tetehku...


Refleksi Belajar adalah salah satu teknik untuk membimbing diri sendiri, agar hari ini lebih baik dari hari kemarin

Tiba di pekan ketujuh, kita diingatkan kembali untuk merefleksikan diri, merenungkan proses demi proses yang sudah kita lewati. Mulai dengan melacak kekuatan suka dan bisa (telur hijau) Kemudian menentukan keterampilan di hal penting dan mendesak (telur merah) Sampai di tahap memahami diri dengan kebutuhan ilmu yang sesuai dengan pilihan keterampilan kita (telur oranye) Petualangan bermula setelah mengetahui peta kebutuhan. Sebelum melangkah terlebih dahulu mengumpulkan apa yang telah diketahui, namun kenyataannya sangat sedikit ilmu yang saya miliki. Potluck di belantara hutan pinus seliweran namun tetap berpegang pada peta dan tidak lupa memasang papan besar "Menarik tapi tidak tertarik". Pun saya menemukan makanan utama untuk manajemen waktu. Yupz potluck "Roda Waktu" yang dibawa oleh mba cantik ( lupa nama ) namun sangat membantu saya dalam manjemen waktu. Saat Gathering tiba, sadar akan diri yang masih labil, untuk membuat keluarga bahagia maka mak harus bahagia. Dan kebahagiaan itu didapat di gathering manajemen emosi. Banyak makanan bergizi mak dapat dari manajemen emosi. Sampai mak merasa harus tuntas supaya bisa mendapatkan banyak solusi dari setiap tantangan kehidupan. Ups....

Camping ground membawa mak pada suasana kepo hahaha...dan hampir terpeleset karena banyak makanan yang menggoda sampai pada akhirnya ada sebagian yang jadi camilan...

Bingung saat harus berbagi hadiah, karena jujur mak masih proses belajar menjadi lebih baik. Namun ternyata saat mendapatkan hadiah seneng banget...semangat makin membara untuk selalu belajar dan berupaya bisa berbagi karena ingin memberikan kebahagiaan juga untuk sekitar

Saatnya merenung....
Bagaimanakah cara belajar dengan melihat binar kebahagiaan
Apakah saat memberi hadiah anda merasa bahagia
ataukah menerima hadiah menambah semangat anda untuk belajar

Konsep belajarnya adalah berbagi. PRINSIPNYA berbagi tanpa berharap untuk kembali.
Apa yang kita pelajari ketika kita akan memberi adalah proses belajar kita yang akan memberikan dampak.

Proses tahap 7 proses refleksi : dimana mulai membongkar kembali apa yang kita dapatkan di the junggle of knowledge




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุชَู‡َุงุฏُูˆุง ุชَุญَุงุจُّูˆุง
“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“. 
(HR. Bukhari)
Sumber Ilmu




Haru, bahagia rasanya mendapatkan hadiah yang sangat bermanfaat untuk kita.
Semoga penerima hadiah dari saya pun bisa bahagia menerimanya.








Saat pertama kali diajak kemping, langsung terkenang masa-masa indah berpetualang. Yeayyy kemping gaesss...

Etapi...harus dapetin teman baru...

Oalah mak...dulu sih suka-suka kalau ada kegiatan diluar, pulang pasti ngantongin biodata teman baru. Sekarang mah terasa beraaaat...

But, perlahan tapi pasti Mak beranikan diri menyapa. Ahaiii... Gayung bersambut kita ngobrol ngalor-ngidul. 

Oiya, Mak memperkenalkan diri dari keluarga emosi yesss...inside out family yang pekan ini mendapatkan makanan bergizi lagi dan lagi
  • Tips sabar menjadi orang tua oleh Bunda Euis Kurniawati
  • Manajemen konflik dengan reframing oleh Bunda Rusna Meswari
  • Mindfullness sebagai pondasi manajemen emosi oleh Bunda Siti Munawaroh 



Alhamdulillaah Mak kenyang, selanjutnya kita praktekkan dengan bahagia.
Berikut cuplikan obrolan Mak dengan Mamak-mamak hebat di tenda perkemahan...

Novi Masudah - IP Jogja

Temanda Family ( teman bermain ananda). 
Alasannya: keluarga yang penuh dengan energi kebahagiaan. Ketika merancang permainan bersama anak seperti ada energi yang dibagi. Ibu yang bahagia dengan anaknya pastilah bahagia dengan dirinya. Itulah mengapa ibu di keluarga ini seperti memancarkan kebahagiaan. Kebahagiaan yang sama ia berikan kepada seluruh keluarga seperti yang ia bagikan ketika bermain bersama anaknya.

Fajrina Addien - IP Solo

Public Speaking dan SEO.
Alasannya: Karena gaya belajar di sana “gue banget” visual audio a.k.a via live di FB grup public speaking, dan diisi oleh para anggota keluarga Public Speaking sendiri berdasarkan jadwal.

Mesa Dewi Puspita - Non Asia

Keluarga Bahasa
Alasannya : Karena sesuai dengan peta belajar yang sudah saya buat. Peta belajar saya adalah proyek Mama lernt Deutsch. Proyek yang menjadi kebutuhan penting dan mendesak bagi saya saat ini sekaligus aktivitas yang menjadi fokus sepanjang kelas Bunda Cekatan berlangsung. Saya berharap dengan menjalankan proyek spesifik dalam kurun waktu satu semester,  akan terbentuk pola yang kuat sehingga bisa menjadi percontohan untuk proyek-proyek diri berikutnya di masa yang akan datang. Perasaan di keluarga Bahasa, nyaman banget. Ngga terlalu banyak informasi yang masuk, banyak mendapat tips trik belajar bahasa dan jadi berasa dapet teman seperjuangan. ๐Ÿคฉ

Yeni Oktavia - IP Padang 

Keluarga Manajemen Waktu (manajemen komitmen dan konsistensi) 
Alasannya : Karena disini semua tentang manajemen waktu yang saya butuhkan ada, dan anggota keluarganya suka berbagi. 

Phuan Marlinawati - IP Pekanbaru

Manajemen emosi
Alasannya : Mind map utama saya adalah bermain bersama anak-anak, tetapi ada kendala utama yaitu emosi saya berkaitan dengan inner child yang belum tuntas dan juga konflik yg terjadi di keluarga besar, jadi berpengaruh besar terhadap mood dan emosi saya terutama saat saya bersama anak-anak, Alhamdulillah nya di managemen emosi dibahas tentang inner child, self healing, managemen marah, dan di managemen konflik sendiri jg kami sharing n diskusi tentang konflik intra personal dan antar personal (konflik dengan suami, keluarga besar, dan lain-lain), jadi intinya saya ingin memenuhi tangki ilmu dulu ttg managemen emosi ini buat bekal saya mbk agar lebih baik lagi saat bermain bersama anak-anak.

dan ulat-ulat lainnya yang belum di tulis disini namun sudah tertulis di hati eaaaaa......
Terima kasih penerimaannya, mohon maaf jika kehadiran saya kurang berkenan.

Ada 9 keluarga yang saya temui, berikut porsi pembagiannya : 



Degdegan, seru, bahagia...
See You di kejutan demi kejutan perkuliahan Bunda Cekatan Batch #1.
Selalu Bahagia yaaa...



Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Bahan diskusi :
1. Apa konflik itu?
Konflik adalah kondisi interaksi yang tidak menyenangkan.

2. Konflik tentang apa yang sering muncul?
Konflik dengan diri sendiri, suami dan anak. 

3. Bagaimana konflik itu terjadi?
Konflik terjadi ketika kenyataan tidak sesuai harapan. Kurang bersyukur atas nikmat-Nya. Lalai akan kewajiban dan banyak menuntut hak.

4. Metode atau strategi apa yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan konflik.
Jika berhasil - ceritakan kiat-kiatnya.

*Memulai dengan memperbanyak intensitas ngobrol yang ga penting dengan pasangan
(Kalo ngobrol serius biasanya menjurus ke perdebatan, jadi dihindari dulu sampai mendapat ilmunya)
*Mengandangkan waktu khusus untuk bersama anak-anak diisi dengan jalan-jalan, bebikinan kue, mainan, dll
*Ngaji bareng baru berjalan beberapa bulan

Dari segi emosi teriakan, perdebatan, bentakan sedikit banyak berkurang.
Merasa lebih bahagia menjalani kehidupan.
Masih berproses dengan penyelesaian konflik diri.

5. Hikmah apa yang didapat dari menyelesaikan konflik?
Obrolan ringan, candaan adalah kunci pembuka penyelesaian konflik.

Membiarkan konflik tanpa komunikasi berarti menciptakan bola salju yang kian membesar.

Bahagiakan dirimu, maka sekitarmu akan berbahagia
Konflik dilatarbelakangi oleh
perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik

Berbicara mengenai penyelesaian konflik. Teringat akan sebuah kado pernikahan 12 tahun silam dari seorang sahabat online kenal lewat media chat kemudian friendster dan akhirnya tersambung di facebook. Di hari pernikahan beliau mengirimkan kado lewat ekspedisi sebuah buku berjudul
"Psikologi Suami-Istri" DR. Thariqah Kamal An-Nu'aimi
Mengupas tuntas tentang pemahaman perbedaan tabi'at dan karakter laki-laki dan perempuan.

Dengan jumlah halaman 720 hanya bisa membaca sebagian-sebagian. Sudah hampir 12 tahun belum tuntas-tuntas hiks...
Sampai saat ini mind map memandu saya memperdalam manajemen emosi, qodarullooh wifi di rumah sedikit bermasalah, petualangan dengan media facebook grup, telegram dan whatsapp grup untuk bahan diskusi dan sumber belum bisa di akses dengan baik.
Akhirnya, buku ini menjadi salah satu pilihan untuk menjadi makanan utama saya minggu ini.


Mengutip dari sampul buku ini :
Psikologi suami-istri
Kalau kehidupan rumah tangga itu ada "resepnya" tentu orang tinggal membelinya dan " berbahagia". Sayangnya resep itu tidak ada dan tak pernah ada.

"Perkawinan adalah manajemen ketidak cocokan", kata Sophan Sophiaan dalam mempertahankan keharmonisan dan romantisme kehidupan perkawinannya dengan Widyawati. "Tugas kita adalah bagaimana membikin perbedaan itu menjadi menyenangkan. Kalau dibiarkan perbedaan itu akan menjadi bola salju yang terus membesar."  (Kompas, 15-9-2004)

Buku ini hakekatnya  adalah "Manajemen Ketidakcocokan" dalam perkawinan.

Berbahagialah dalam berproses...
Berbahagialah...






Harta yang paling indah adalah keluarga........

Created by Mbak Aisyah

Tiba di taman apel sudah di sambut oleh kehangatan dan keseruan 300+ member dengan kesamaan perbekalan manajemen. Tercetuslah sebuah nama keluarga besar yang cantik "Inside Out Family" 

Untuk kenyamanan dan lebih fokus, Mbak Aisyah sebagai bu Keke ( kepala keluarga) dan tim membagi kita kedalam 5 keluarga kecil Manajemen self healing, marah, konflik innerchilds dan lainnya.

Created by Mbak Aisyah 

Oiya, yang paling mengesankan buat Mak pada saat vote untuk memilih peserta yang akan menjadi perwakilan Go live dari keluarga IOF. 

Telegram keren ya...ada perangkat PollBot yang bisa mengakumulasi suara yang masuk. Tampaknya Keluarga IOF lebih keren lagi, semoga tertular kehebatannya...Aamiin...

Dan...peserta go live terpilih dari keluarga IOF adalah....Mbak Farda Semanggi "Self Project: Sebuah Seni Merawat Kewarasan Diri agar Menjadi Ibu Rumah Tangga Bahagia"

Go live go live go hahaha...
Bahagianyaaa...

Sekian cerita awal kita...
Next kita belajar merdeka lagi pastinya dengan cerita famgat keluarga IOF yang lebih seru.

Aliran rasa :
Menyendiri untuk memahami itu penting
Bersama-sama untuk meluaskan wawasan itu utama

Dan manajemen emosi Mak berlabuh di tempat yang tepat, semoga segera berjodoh dengan solusi yang tepat... Aamiin yaa Rabb...



Dalam gua itu hanya suara dan cahaya yang akan memberimu secercah harapan

GUA "THE JUNGLE OF KNOWLEDGE"

Di belantara hutan ini seliweran aneka sajian potluck yang bisa kita icip sesuai selera.
Selamat hunting makanan. Jangan tergoda ya dengan segala yang enak-enak di hutan ini. pasang poster gede-gede
MENARIK tapi TIDAK TERTARIK

Pesan Bu Septi mengingatkan kita untuk bisa memilah potluck yang sesuai kebutuhan. Mencari makanan yang benar-benar bisa meningkatkan kualitas diri sehingga target menjadi Bunda Cekatan bisa tercapai.


Jangan lupa bahagia...


Wellcome to  "the Jungle of Knowledge". Memulai kelas ulat dengan mencari nutrisi yang tepat untuk diri. Pekan ini Mak berupaya memupuk kemampuan dalam hal kreativitas tanpa batas. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberdayaan diri.

Menentukan segala yang Mak tahu, yang Mak ingin tahu dan apa yang akan Mak pelajari.

Yesss...
Pekan ini Mak berhasil membuat sebuah karya memanfaatkan kain perca berupa cover mesin jahit dari sumber pengetahuan grup https://www.facebook.com/groups/CraftalovaFabricClub/



Jangan lupa bahagia....



Empat minggu sudah Mak bermain dengan warna-warni telur. 
Diawali dengan melacak kekuatan diri, kemudian menemukan keterampilan diri sampai menemukan cara belajar dengan mengumpulkan ilmu apa saja yang akan dipelajari.

Pada akhirnya terangkum dalam sebuah mind mapping simpel ala-ala Mak Rifanadifa. 

Qodarullooh di pertemukan dengan Emak-emak mahasiswa yang punya semangat tinggi. Dengan saling mengingatkan, saling berbagi pemahaman di kelas Bunda cekatan, sang telur bisa menetas. Yeaaaay...

Next....
Tambah lagi semangatnya
Tambah lagi pemahamannya
Tambah lagi pengamalannya

Jazaakumullooh ahsanal jazaa  Bu Septi dan tim
Uhibbukum fillaah...


Pekan kedua berkenalan dengan istilah Metakognisi.
Meakognisi merupakan proses belajar tentang bagaimana belajar.

Nah lho...
Sejauh mana Mak mengetahui cara Mak belajar bisa diketahui dengan metode ini.
Prosesnya harus melalui pengulangan sampai klik dirasakan jika itu merupakan cara belajar mak yang membahagiakan.

Ada 7 point panduan pembelajaran mandiri yang bisa Mak pakai :
1. Mengambil inisiatif
2. Baik dengan atau tanpa bantuan orang lain
3. Mendiagnosa kebutuhan belajar
4. Formulasi tujuan belajar
5. Mengidentifikasi kebutuhan sumber daya untuk belajar
6. Memilih dan mengimplementasikan strategi belajar
7. Evaluasi hasil belajar

Untuk mempercepat proses, Mak bisa fokus dengan point 1, 3 dan 7
Kemudian buatlah Peta Belajar yang bisa buat Mak bahagia menjalani prosesnya.

Selamat mencoba
Semoga cepat mendapatkan cara belajar yang bisa membahagiakan (^.^)




Berkaca sejenak melihat hal yang bisa dan disukai apakah merupakan aktivitas yang sangat penting dan harus dilakukan, sehingga membuat indeks kebahagiaan kita sebagai seorang istri, perempuan dan ibu bisa naik terus.

Ternyata oh ternyata...
Masih banyak PR yang harus Mak lakukan untuk mendukung kebahagiaan Mak yang paripurna.

Hasil pengamalan, penelusuran, dan wawancara yang singkat. Selama ini pasangan dan anak-anak Mak merasa tidak nyaman dengan perijinan yang sudah diturunkan tapi Mak suka blas waktu kalau sedang enjoy dengan aktivitas kesukaan, pada akhirnya semua aktivitas rumahan jadi ngambai. 

Emosi sesaat tatkala mendapatkan permintaan menjahit pun terkadang malah membuat Mak stress dan bisa memperlambat waktu pengerjaan pesanan, disini Mak berfikir perlunya menambah keterampilan manajemen emosi.

Mak suka belanja tapi sering menyita waktu karena belanja jadi tak terarah. disini Mak merasa perlu untuk meningkatkan keterampilan manajemen keuangan rambatannya sampai ke keterampilam menyusun menu hihihi....

Make up simpel kenapa jadi penting mendesak, karena pasangan merasa moodnya bagus kalo liat Mak dandan. PR banget, harus sampai jadi pembiasaan 




Isian tanda tanya ini masih mencari yang benar-benar penting dan mendesak. 
Dan Mak tau itu secara tiba-tiba...

Mak harus makin terampil memuji, baik terhadap pasangan maupun anak-anak. belum menemukan alasan tepatnya, tapi untuk saat ini memuji akan menjadi hal penting dan mendesak untuk Mak taklukan.

Bahagialah berproses untuk lebih bahagia