Laa haula wa laa quwwata illaa billaah...
Mendapati kabar merah sempat tertegun, namun yang lebih terpikirkan bagaimana respon Ab saat mengetahuinya.
Pikiran berkecamuk, namun yang terlintas adalah bagaimana supaya terus mengupayakan yang terbaik. Baiklah kita mengijinkan kesedihan secukupnya, terima kasih sudah menjadi yang terbaik dengan terpilih sebagai siswa eligible. Terima kasih sudah berproses mengikuti pembelajaran maksimal selama tiga tahun.
Ikut berbahagia mendengar kabar teman seperjuangan sekelas, seangkatan, SMP, SD bahkan TK yang lolos SNBP 2026, diterima di kampus impian masing-masing.
Kita sudahi kesedihannya, lebih semangat lagi berusaha untuk menjemput rezeki di SNBT 2026.
Satu hal yang bikin mamak bangga, ternyata tidak excited sendirian menyambut tantangan dihadapan. Respon yang penuh energi, memberikan keyakinan bahwa Ab bisa dan mampu berproses untuk mengejar cita-cita menembus kampus impian.
Fokus di sini dan saat ini dengan kesadaran penuh terhadap apa yang sedang di alami saat ini, tanpa menghakimi.
Caiyo!!!









