Sepenggal kisah perjalanan 19 tahun kebersamaan.
Featured Posts
Sepenggal kisah perjalanan 19 tahun kebersamaan.
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah...
Mendapati kabar merah sempat tertegun, namun yang lebih terpikirkan bagaimana respon Ab saat mengetahuinya.
Pikiran berkecamuk, namun yang terlintas adalah bagaimana supaya terus mengupayakan yang terbaik. Baiklah kita mengijinkan kesedihan secukupnya, terima kasih sudah menjadi yang terbaik dengan terpilih sebagai siswa eligible. Terima kasih sudah berproses mengikuti pembelajaran maksimal selama tiga tahun.
Ikut berbahagia mendengar kabar teman seperjuangan sekelas, seangkatan, SMP, SD bahkan TK yang lolos SNBP 2026, diterima di kampus impian masing-masing.
Kita sudahi kesedihannya, lebih semangat lagi berusaha untuk menjemput rezeki di SNBT 2026.
Satu hal yang bikin mamak bangga, ternyata tidak excited sendirian menyambut tantangan dihadapan. Respon yang penuh energi, memberikan keyakinan bahwa Ab bisa dan mampu berproses untuk mengejar cita-cita menembus kampus impian.
Fokus di sini dan saat ini dengan kesadaran penuh terhadap apa yang sedang di alami saat ini, tanpa menghakimi.
Caiyo!!!
![]() |
| Jalan Letjen Ibrahim Adjie |
Yeayy Tiga bintang dengan seragam berbeda, tentu dengan sifat berbeda pula. Yang tetap sama hanya satu, tetap sayang dengan Orang Tuanya. Aamiin...
Bukan hal mudah menapaki perjalanan ini, karena dalam kondisi pemulihan ekonomi. Yupz serangan PPKM pasca pandemik, meluluh lantakkan benteng pertahanan perekonomian keluarga. Maka perlu strategi jitu untuk bisa bertahan sampai bisa tetap mampu memberikan yang terbaik untuk anak-anak.
Jangan tanyakan "Apakah ngga punya tabungan?". Untuk sekadar bertahan bisa makan saja sudah sangat kami syukuri. Tentu dengan proritas memenuhi amanah yang selalu kami upayakan untuk bisa tepat waktu.
Ketika ada pernyataaan "Makanya jangan berhutang." Terima kasih atas masukannya, tentu hal tersebut lumrah terungkapkan. Dan barangkali akan terserap langsung oleh orang yang memiliki penghasilan tetap dan tidak banyak kebutuhan. Sedangkan bagi kami, berhutang menjadi ikhtiar supaya bisa bertahan. Kalaupun ada kesalahan dalam prosesnya, semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kami.
Teruntuk Orang Tua, Adik, Kakak, Keponakan, terima kasih sudah membantu finansial keluarga kami. Terima kasih sudah berbaik hati membantu kami tanpa embel-embel kelebihan bayar, bahkan selalu support untuk kami bisa bangkit dari masa transisi ini.
Terima kasih juga untuk segala petuah dan support langsung, mohon maaf jika penerimaan kami hanya seadanya. Untuk segala nasihat yang mungkin saat kami menerimanya tidak mengenakan, semoga kami bisa menerimanya dengan penuh kelapangan.
***
Selama perjalanan kami banyak belajar, terutama dalam mempersiapkan anak-anak untuk menjadi generasi tangguh.
Mensounding anak Sulung supaya siap melanjutkan fase sekolah ke Sekolah Kejuruan, merupakan kali kedua memakai jurus komunikasi setelah sebelumnya mensounding anak Bungsu supaya bahagia bersekolah di Sekolah Negeri.
Mensounding anak bungsu menjadi tantangan bagi kami, karena kedua Kakaknya bersekolah di Sekolah Swasta depan rumah.
Memutuskan perlu adanya sounding kepada anak sulung, merupakan hasil riset obrolan keseharian. Dengan prestasi yang dimiliki, teman-temannya lebih memilih melanjutkan ke Sekolah Menengah Umum.
Intensnya obrolan kami membawa kesepakatan, untuk mengambil kejuruan saja. Bismillaah kita akan berjuang bersama mengejar mimpi itu.
Tiba-tiba datang sesebapak menyambangi rumah kami. Meski bukan pengalaman pertama, karena selang waktu yang begitu lama sontak membuat kami kaget.
"Bu, anaknya tadi melempar batu ke rumah saya." terangnya.
Terdengar pembelaan anakku
"Bukan mau melempar ke rumah, mau balas lemparan teman." belanya.
"Tuh, apalagi mau melempar orang, bisa bahaya itu. Batunya ada tiga loh" seru bapaknya.
Saking tiba-tibanya sampai tidak bisa berfikir jernih, langsung menghakimi anakku dengan pertanyaan kenapa, kenapa dan kenapa? Sambil menjelaskan kejadian sampai menitikkan air mata anakku mengakui perbuatannya.
Meski tak diketahui kebenarannya, spontan ku ucapkan mohon maaf berkali-kali atas sikap anakku.
Pembelajaran :
Ada baiknya terlebih dahulu mendengarkan kejadian sebenarnya dari kedua belah pihak. Dari pihak si bapak dimintai keterangan kejadian sebenarnya, siapa tau ada kerugian yang disebabkan oleh si anak. Karena ngga mungkin tiba-tiba datang ke rumah kalau tidak ada kejadian yang merugikan si bapak. (asumsi)
Penjelasan dari si anak juga perlu kita dengarkan. Jika terbukti salah, kita memberitahu bahwa perilaku tersebut salah, harus meminta maaf dan tidak boleh diulangi lagi.
Ke depannya tidak lagi berprilaku yang sama dan lebih baik menghindar jika mendapatkan teman yang tidak baik.
Sepenggal kisah perjalanan menemani perjuangan anak kedua dalam tes seleksi masuk sekolah impian Orang Tuanya.
Karena jujur, memilih sekolah ini tanpa memberi tahukan terlebih dahulu sistem sekolahnya. Sekadar informasikan awal hanya sekoah berbasis boarding, tinggal di asrama.
Bisa melalui jalur pendaftaran reguler dan khusus. Jalur khusus berarti ada rekomendasi dan ada sedikit miss tentang rekomendasi ini. Ikhtiar bertanya ke BKSDA rekomendasinya ke KTH di bawah Dinas Lingkungan Hidup. Akhirnya gagal mendapatkannya.
Tetap mencoba melalui jalur reguler, semua persyaratan dipenuhi. Seleksi administrasi lolos, kemudian melewati seleksi tulis dan wawancara.
Pak Guru gelar yang Bapak sandang ketika kapan pun dimana pun kami berpijak. Bahkan sampai detik ini, saat ku posting foto kenangan masa lalu, banyak yang mengenang almarhum Bapak sebagai Bapak Guru.
Pun denganku, sosok Bapak tak sekadar cinta pertama juga sebagai guru kedua setelah Emak.
Bapak sebagai tokoh keagamaan otomatis menajadi orang pertama yang mengajarkanku mengaji. Masuk Sekolah Dasar, Bapak juga sering memiliki kesempatan mengajar di kelasku.
Jikalah parenting mengajarkan, mendidik anak itu untuk mempersiapkan kemandirian, ketangguhan dan kesiapan anak saat kita tiada, itu sudah Bapak lakukan.
Dasar ilmu dunia dan akhirat Beliau yang mengajarkan, selanjutnya menitipkanku pada pondok pesantren untuk mempersiapkan aku menjalankan misi hidup yang lebih bermakna.
Saat aku kuliah selesai semester dua, Bapak menuntaskan tugasnya. Baik tugas sebagai guru dengan predikat pensiunan PNS, juga sebagai Orang tua yang sudah bisa melepaskan anak bungsu perempuan satu-satunya menjalankan kehidupan mandiri di Ibu Kota Provinsi.
Banyak hikmah yang dapat aku ambil, banyak kenangan yang terekam indah. Doaku semoga Allah SWT menempatkannya di tempat terbaik.
Allaahummaghfirlahum warhamhum wa'afiihim wa'fu 'anhum.
Selamat Hari Guru
25 November 2024
BAHAGIA kita yang ciptakanBAHAGIA kita yang rasakanBERBAHAGIALAH dengan penuh KESYUKURANJangan menunggu BAHAGIA untuk BERSYUKURTapi BERSYUKURLAH maka kita akan BAHAGIA
Aku Falqi, biasa dipanggil Kaka aktivitas pelajar Sekolah Dasar di sebuah kota kecil yang ramai dengan moda transportasi darat.
Sebelumnya aku pergi dan pulang sekolah diantar Mama, Ayah atau Kakak dengan menggunakan motor atau mobil.
Pekan ini motornya mogok, sementara mobil dipakai Ayah untuk bekerja.
Akhirnya aku mulai belajar naik angkot dengan terlebih dulu ditemani Kakak yang sekolahnya satu arah. Tetap saja, barengan tapi harus bilang "kiri" sendiri. Itu pengalamanku pertama kali naik angkot.
Hari kedua naik angkot lagi bareng sama Kakak, pulangnya dijemput Mama. Sudah dipesan mau belajar bilang "kiri" saat mau turun. Tapi sepertinya Mama sajalah.
Hari ketiga naik angkot bareng teman bermain. Satu arah, beda kelas juga berbeda sekolah. Karena hari Sabtu Kakakku semuanya libur.
Gimana ceritanya?
Catatan November 2024 pekan kedua.










